Runtuhnya Impian Pelajar di Gaza

Runtuhnya Impian Pelajar di Gaza 

    Serangan yang tak kunjung usai dari Israel membuat banyak anak Palestina syahid di Medan juang,terlalu banyak yang dikorbankan oleh mereka tentang masa depan dan cita-cita yang harus mereka kubur bersama jasad mereka sendiri.

   Betapa kejamnya Negara tersebut terhadap anak anak yang tak bersalah itu. Mereka hanya ingin menikmati hidup didunia dengan bersekolah, bermain dan bersenda gurau bersama keluarga ataupun teman bukan meminta aset dari negara tersebut. Namun apalah daya mereka yang terus terusan diserang hingga membuatnya harus kembali ke pangkuan ilahi.

    Nak...mengadulah pada tuhanmu tuhan kita semua yaitu Allah SWT, beritahu kepada-Nya bahwa Israel berserta orang-orangnya adalah manusia yang sangat keji, kejam dan tak berperikemanusiaan mereka membunuh menghancurkan masa depan negara dan masyarakatnya, dengan pengaduan ini semoga Allah akan membalas kejahatan mereka lebih dari yang mereka perbuat kepadamu. Sekarang,mata dunia sudah teralihkan bukan hanya melihat sebagai umat muslim tetapi melihat sebagai perasaan kemanusiaan karena sudah berapa banyak korban jiwa akibat serangan Israel tersebut. Tidak hanya korban luka parah bahkan yang meninggal juga sudah ribuan akibat serangan tersebut.

  Orang tua kehilangan anak dan anak kehilangan orang tua adalah hal yang selalu menjadi peristiwa yang tak asing disana. Mereka kehilangan anggota keluarganya mereka yang sudah jarang merasakan kebahagiaan dan mereka yang sudah jarang merasakan kenikmatan dunia ini.

   Andai dunia bisa adil pada anak anak disana bisakah mereka mendapatkan pendidikan yang bagus yang bisa membuat impian mereka tercapai?

   Maka dari itu perihal pendidikan juga menjadi peran penting disana sebab dengan adanya pendidikan dengan adanya ilmu pengetahuan mereka bisa lebih bisa menerima takdir mereka juga bisa sedikit merasakan bahagia.

 Pendidikan adalah kunci untuk membangun masa depan yang lebih baik. Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang adil untuk belajar dan mengembangkan potensinya. Sayangnya, banyak anak di Gaza masih berjuang dengan akses terbatas terhadap peralatan sekolah yang diperlukan. Bersama-sama, kita bisa menjadi perubahan positif bagi mereka. Disana, mereka belajar dibawah reruntuhan bangunan yang kita lihat sudah tidak layak lagi untuk dijadikan tempat berpendidikan namun apalah daya mereka kekurangan dalam fasilitas untuk belajar yang ada hanya itu dan dibawah reruntuhan itulah mereka belajar dan mencari ilmu pengetahuan.

  Pendidikan di Jalur Gaza, Palestina, menghadapi tantangan yang sangat berat akibat konflik berkepanjangan dan blokade yang diberlakukan oleh Israel. Kondisi ini telah menyebabkan terganggunya sistem pendidikan secara signifikan, baik dari segi fasilitas, akses, maupun kualitas pendidikan.

  Serangan militer berulang kali telah menyebabkan kerusakan parah pada sekolah, universitas, dan fasilitas pendidikan lainnya. Bangunan sekolah seringkali dijadikan target serangan, sehingga siswa terpaksa belajar di tempat-tempat yang tidak layak atau bahkan terpaksa menghentikan pendidikan mereka.

  Dengan adanya serangan yang terus-menerus di Gaza, banyak guru yang meninggalkan Gaza akibat konflik dan kondisi hidup yang sulit. Hal ini menyebabkan kekurangan tenaga pengajar dan berdampak pada kualitas pembelajaran. Sudah kekurangan sumber pendidik mereka juga kekurangan buku pelajaran, alat tulis, dan perlengkapan pendidikan lainnya menjadi kendala besar bagi siswa dalam mengikuti pelajaran hal tersebut terjadi karena adanya blokade yang diberlakukan oleh Israel membatasi masuknya bahan-bahan bangunan, peralatan pendidikan, dan bantuan kemanusiaan ke Gaza. 

 Dan akibat dari konflik yang berkepanjangan itu telah menyebabkan trauma psikologis pada banyak siswa. Trauma ini dapat mengganggu konsentrasi dan kemampuan belajar mereka. Maka dari itu seorang guru dapat mendidik muridnya dengan membuat lelucon ataupun permainan dalam pembelajarannya yang akan membuat mereka terlupa sejenak akan apa yang mereka alami dan rasakan.

      Maka solusi yang dapat diberikan yaitu:

 Meskipun perang menghancurkan segalanya, namun pendidikan adalah hal yang paling penting untuk masa depan dan perkembangan kognitif anak-anak. Meskipun membangun kembali sekolah untuk jangka panjang masih sangat sulit dan memakan waktu lama serta biaya yang mahal, dengan mempertimbangkan situasi perang yang masih belum pasti, maka untuk sementara bangunan tenda atau prefabrikasi akan dibutuhkan. Didukung dengan pasokan peralatan pendidikan.

     Selain itu, keterlibatan masyarakat juga penting untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, saling memiliki dan keamanan di kalangan anak-anak. Dengan melibatkan mereka dalam kegiatan masyarakat seperti seni dan budaya, olah raga, diskusi kelompok, maka mereka dapat berekspresi dan berbagi pengalaman serta membangun ketahanan. Sehingga, kegiatan ini tidak hanya dapat membantu emosional dan sosial mereka, tetapi juga menanamkan harapan dan hal positif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hadits tentang pentingnya pendidikan dan metode Rasulullah dalam mendidik umat